LONDON - Ambisi Andy Murray bertarung di partai puncak Wimbledon 2009 pupus sudah. Itu setelah unggulan Amerika Serikat Andy Roddick menyingkirkannya di babak semifinal 6-4, 4-6, 7-6, 7-6, Sabtu (4/7/2009) dini hari.
Roddick memang tampil luar biasa pada laga kali ini. Unggulan enam dunia itu tampak tidak mengalami kesulitan berarti ketika merebut set pertama dari Murray. Tampaknya, beban berat yang disandang Murray di hadapan pendukungnya membuat petenis 22 tahun itu gugup di awal pertandingan.
Tidak ingin malu di hadapan pendukungnya, Murray pun menampilkan permainan yang jauh lebih agresif dan sukses memenangkan set kedua.
Sayang, ia gagal mempertahankan dominasinya pada dua set selanjutnya sekaligus harus melupakan hasratnya menjadi petenis Inggris pertama yang mencapai final tunggal putra di turnamen Wimbledon dalam 61 tahun terakhir.
Roddick bakal melakoni final Wimbledon ketiganya menghadapi unggulan dua dunia, Roger Federer. FedEx sebelumnya memastikan diri ke final usai menumbangkan wakil Jerman Tommy Haas 7-6, 7-5, 6-3.
"Saya harus memainkan permainan terbaik saya hari ini. Saya tak bisa berkata banyak tentang permainan Andy. Tidak banyak orang yang memberi saya peluang (untuk lolos ke final) hari ini," ungkap Roddick seperti disitat reuters.
(Defanie Arianti)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.