
Foto: AP
ST GEORGE - Lewis Hamilton tidak hanya sedang mempertaruhkan masa depannya di dunia balap mobil Formula One (F1). Sebab, citra The Briton agaknya bakal dipertaruhkan di meja hijau.
Nama besar pembalap Inggris itu dikaitkan dengan persoalan kontrak tanah yang dihadapi salah satu resort di Granada, Granada Grand Beach Resort. Kabarnya, pemerintah tidak menerima pajak tahunan yang seharusnya dibayarkan. Nama Hamilton pun digunakan untuk mempromosikan objek wisata di kawasan pantai Granada tersebut.
Perdana Menteri Tillman Thomas telah memeriksa keseluruhan surat kontrak tanah pada masa pemerintahan perdana menteri sebelumnya, Keith Mitchell. Termasuk perjanjian kerja antara Hamilton dan beberapa investor lainnya.
Meski demikian, Menteri Pariwisata Peter David menyatakan perjanjian itu murni legal. "Pengacara telah memeriksa transaksi dan kontrak kerja. Pihaknya tidak menemukan kesalahan di pihak Lewis Hamilton," ungkap David seperti dilansir The Strait Times, Senin (6/10/2008).
"Tuduhan adanya perjanjian kontrak di bawah tangan oleh agennya itu salah besar," tambahnya.
Salinan kontrak tertanggal 7 Juli menunjukkan pihak Hamilton dibayar USD 35 juta sebagai promosi Granada Grand Beach Resort.
David memang tidak mempedulikan kontroversi itu. Menurutnya, pemerintah Kepulauan Karibia Selatan tetap antusias dengan cara pemasaran objek wisata menggunakan citra positif pembalap McLaren, Lewis Hamilton.
