
Foto: AP
MADRID - Rafael Nadal pantas bahagia. Sejak 18 Agustus lalu, petenis kidal Spanyol itu akhirnya mampu menuntaskan ambisinya menjadi petenis terbaik di planet ini. Nadal berhasil menggusur Roger Federer yang selama ini menjadi mimpi buruknya.
Ya, Nadal pantas meluapkan kebahagian. Dan tahun 2008 ini seakan menjadi tahun paling sempurna bagi Nadal. Cap sebagai spesialis raja tanah liat rupanya harus mulai ditanggalkan petenis 22 tahun itu. Petenis terbaik dunia akan mulai sering menyertai setiap nama Nadal didengungkan.
Medali emas di Olimpiade Beijing semakin melengkapi tujuh gelar koleksinya selama tahun ini. Hasil itu melengkapi dua gelar grand slam yang diraihnya di Rolland Garros (Prancis Terbuka) dan Wimbledon. Hebatnya lagi, Nadal mampu menjadi raja di Roland Garros empat kali berturut-turut. Dan ditiga gelar terakhirnya itu, Nadal menjungkalkan Federer di partai puncak.
Tanda-tanda Nadal akan melengserkan Federer memang telah terlihat sejak awal tahun ini. Di saat Nadal menoreh hasil gemilang, FedEx malah gagal total. Bahkan di Wimbledon, Nadal mampu mempecundangi petenis Swiss itu di partai puncak.
Selain tiga gelar di atas, Nadal juga menjawarai Queen's Club, ATP Masters Series Monte Carlo, ATP Masters Series Hamburg, ATP Masters Series Canada dan Barcelona ditahun ini. Dan di Monte Carlo, Nadal juga mencatat empat gelar berturut-turut sejak tahun 2005 lalu.
Catatan perjalanan Nadal tahun ini juga fantastis. Petenis kelahiran Manacor, Mallorca itu mencatat 70 kemenangan dan hanya delapan kali kalah. Sepanjang perjalanan karirnya di dunia tenis pro, Nadal mencatat 323 kemenangan dan 74 kekalahan. Total Nadal telah mengoleksi 31 gelar selama karirnya.
Bakat Nadal sebagai petenis kondang mulai tercium saat ia mampu mengalahkan juara dunia grand slam Pat Cash dalam laga eksibisi pada 2001. Petenis yang dikontrak Nike ini kemudian merebut gelar ATP pertamanya pada 2002. Catatan itu menjadikan Nadal sebagai petenis kesembilan yang mampu memenangkan gelar ATP sebelum menginjak usia 16 tahun.
Setelah menjuarai beberapa turnamen terutama di lapangan tanah liat. Nadal akhirnya mampu mencatatkan diri sebagai petenis peringkat dua dunia pada 2005 lalu. Dan sejak itu rivalitas Nadal dan Federer mulai memanas.
Nadal rupanya harus menunggu tiga tahun lebih untuk mewujudkan impiannya menggusur Federer. Dan di 2008 ini, massa indah Nadal dimulai. Kemenangan Nadal di Wimbledon lalu atas Federer menjadi 12-6. Nadal mencatat 12 kemenangan sedangkan Federer hanya dengan 6 kemenangan.
Nadal akhirnya menjadi petenis ke-24 yang mencatatkan diri sebagai raja tenis dunia. Petenis terakhir yang menduduki ranking pertama sebelum Federer bercokol adalah Andy Roddick. Petenis Amerika Serikat itu menduduki peringkat satu selama 13 pekan sebelum akhirnya Federer menggusurnya pada 26 Januari 2004 lalu.
Namun bukan Nadal jika cepat puas. Pasca meraih medali emas di Beijing, ia langsung menatap gelar AS Open sebagai ritual pengukuhan keduanya setelah emas Olimpiade.
Profil:
Nama: Rafael Nadal
Tempat/tanggal lahir: Manacor, 3-Jun-86
Tempat tinggal: Manacor, Mallorca
Tinggi: 185 cm
Berat: 85 kg
Spesialisasi: Kidal
Turnamen Pro: 2001
Koleksi Gelar: 31
Total Hadiah: USD19.996.948
Pelatih: Toni Nadal (Paman-red)
