
JAKARTA - Keputusan World Boxing Association (WBA) mencopot gelar juara dunia kelas bulu Chris John disayangkan mantan petinju nasional Johny Riberu. Dia curiga ada main mata.
Chris John yang akan mempertahankan gelarnya yang kesepuluh, harus kecewa setelah WBA mencopot gelarnya. Itu dilakukan badan tinju dunia tersebut setelah dia dan calon lawannya Jackson Aisiku menolak untuk melakukan proses penimbangan badan.
Tadinya kedua petinju tersebut akan bertarung Minggu dalam perebutan gelar kelas bulu di Wahana Ramasinta, Taman Impian Jaya Ancol, Minggu (27/7/2008), pukul 18.00 WIB dengan dipromotori Tourino Tidar.
"Aneh. Biasanya jika memang berat badan kedua petinju melampaui standar baku WBA, keduanya harus menurunkan berat badannya tersebut. Saya melihat ada main mata di sini," tegas Riberu yang juga pernah menangani mantan juara International Boxing Federation (IBF) Ellyas Pical, kepada okezone.com, di Jakarta, Sabtu (26/7/2008).
Menurut Riberu tadinya Chris John sempat ditantang petinju Meksiko, Michael Lozada. Di tengah jalan kubu petinju yang berdomisili di Semarang itu memutuskan untuk membatalkan, dan lebih memilih untuk bertarung dengan mantan petinju latih tandingnya Jackson Aisiku. Di sanalah menurut Riberu penyebab dicopotnya gelar Chris John.
"Mungkin saja ada rekayasa antara pihak Lozada dengan WBA. Hubungan antara petinju Meksiko dengan badan tinju tersebut erat dikarenakan banyak petinju kelas dunia yang datang dari negara tersebut," lanjutnya.
Riberu juga melihat ada alasan lain di balik pencopotan gelar Chris John. Dia menilai ini semua dikarenakan kurangnya pendekatan kubu petinju beristrikan Anna Maria Megawati tersebut, dengan pihak WBA.
"Mungkin saja hal ini dikarenakan kekurangan pendekatan kubu Chris John kepada WBA," tutup Riberu.
Sejauh ini kubu Chris John mencoba menganulir keputusan WBA, agar gelar petinjunya tidak jadi dicopot. Tapi, hingga saat ini kepastian itu belum didapat.
