Bulutangkis
Jelang Olimpiade 2008
Bulutangkis Mulai Ukur Kemampuan Lawan
Sabtu, 19 Juli 2008 - 15:04 wib
Berita Lainnya
- Minggu, 12/10/2008 19:10
Mundur, Bulutangkis Indonesia Pilih Recovery - Sabtu, 11/10/2008 21:10
Batu Terjal Trio Bulutangkis Indonesia - Kamis, 09/10/2008 22:10
PBSI Belum Kantongi Calon Ketua Umum
Pelatih Kepala Pelatnas Bulu Tangkis Olimpiade Indonesia, Christian Hadinata mengatakan, kegiatan itu memang menjadi program tim pelatih sebelum bertanding.
Mereka biasanya mempelajari kelemahan dan kekuatan lawan yang akan dihadapi. Seperti rival terkuat di tunggal putra, putri, ganda putra, putri dan campuran yang kebanyakan masih didominasi tuan rumah Olimpiade 2008 China.
Tim pelatih pun dapat memberi instruksi apa yang sebaiknya dilakukan usai melakukan aksi tersebut. Terutama, bagi nomor tunggal putra, putri, dan ganda putri yang masih jauh dari harapan. Indonesia hanya berpeluang di ganda putra melalui Markis Kido/Hendra Setiawan dan Nova Widianto/Lilyana Natsir di ganda campuran.
Meski demikian, mantan pebulu tangkis nasional ini mengaku kegiatan itu hanya sebagian kecil persiapan anak asuhnya menghadapi multievent antarbenua tersebut. "Melihat pertandingan sebelumnya memang biasa dilakukan, tapi saya mengharapkan anak-anak tetap berlatih keras. Sebab, hanya itu yang menjadi jaminan kuat mereka bakal sukses di sana," kata pria yang akrab disapa Ko Chris ini, Sabtu (19/7/2008).
Melihat peta kekuatan bulu tangkis dunia saat ini, memang sulit bagi pelatnas bulu tangkis Indonesia hanya mengandalkan aksi tersebut. Dibutuhkan kerja keras sebelum mewujudkan ambisi mempertahankan tradisi emas di Olimpiade.
Karena itu, 11 pebulu tangkis Merah Putih terus melakukan pemantapan di Pelatnas Cipayung, Jakarta. Mereka mengasah mentalitas hingga penempaan fisik yang menjadi kelemahan sejauh ini.
"Kami terus berupaya meningkatkan peak performa. Soal siapa yang akan menang, hal itu akan ditentukan di lapangan. Yang jelas, saya optimistis melihat perkembangan anak-anak sejauh ini," ungkapnya.
Perkembangan Taufik Hidayat dkk boleh menjadi garansi Indonesia akan kembali mempertahankan tradisi emas. Namun, apakah mereka sudah siap menghadapi tuan rumah China yang masih menjadi momok bulu tangkis Indonesia?
Sony Dwi Kuncoro mengatakan, mereka memang masih menjadi lawan yang sulit ditembus. Apalagi, semangat bermain pebulu tangkis China akan bertambah saat tampil di depan publik sendiri.
"Mereka pun memiliki prestasi luar biasa di beberapa turnamen belakangan ini. Kami memang membutuhkan kerja keras. Strategi mengintip kekuatan lawan saja sepertinya belum cukup maksimal," cetus Sony. (Edi Yulianto/Sindo/fmh)



