
SAMARINDA - Kalimantan Timur telah usai menjadi tuan rumah PON XVII/2008. Meski menuai beberapa kritikan, namun perhelatan akbar itu dianggap sukses. Warga Bumi Etam-pun mengaku sangat dapat melangsungkan event empat tahunan itu. Hampir semua pertandingan digelar tanpa gangguan.
Terlepas dari berbagai kekurangan yang ada, Wakil Ketua Harian PB PON XVII/2008 Hermain Okol. Ia juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Kalimantan Timur karena telah menjadi tuan rumah yang baik. Hermain juga mengaku sangat bersyukur sebab kesuksesan Kaltim ini akan menghidari cercaan dan kritikan dari berbagai pihak.
"Ini semua berkat hasil kerja keras, kerja sama dan kesabaran serta dukungan semua masyarakat Kaltim," ujar Hermain.
Disinggung mengenai kekurangan dalam penyelenggaraan PON kali ini, Hermain juga mengakui adanya beberapa hal yang tidak sesuai dengan harapan. Salah satunya mengenai mengenai Jembatan Mahulu yang gagal selesai sebelum dimulainya PON di Bumi Etam itu.
Menurut Hermain, penyebab utama dari kegagalan itu karena kontruksi jembatan pernah ditabrak tronton sebanyak tiga kali. Hal itu menyebabakan penggarapannya hingga sekarang belum terselesaikan.
Jembatan yang direncanakan akan memiliki panjang 800 meter dengan tinggi ruang bebas 17 meter ini dibangun untuk menghubungkan Kelurahan Loa Buah Kecamatan Sungai Kunjang dengan Kelurahan Sengkotek Kecamatan Samarinda Seberang.
Selain masalah jembatan itu, Hermain juga mengakui ada masalah pada penginapan. Beberapa atlet memang tidak mendapat tempat yang dijanjikan. Menurut Hermain hal itu karena jumlah delegasi yang surplus.
"Kami sudah menyiapakan tempat tinggal untuk sekitar 5000 atlet berserta ofisialnya secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya. Tapi, tanpa diduga, jumlah yang datang melebihi batas. Itu terjadi pada kontingen Jawa Tengah. Tapi, kami bisa mengatasi masalah itu dengan mencarikan tempat tinggal yang lain," tambah Hermain.
Kekurangan lainnya yang lepas dari pengamatan Hermain antara lain mengenai Stadion Utama Palaran, Samarinda. Hal itu dapat dilihat di satu hari menjelang penutupan, beberapa pekerja masih tampak melakukan pembetulan beberapa ruas jalan di dalam kompleks stadion.Hal itu menandakan pembangunan mega proyek itu kurang terencana.
Kekurangan lainnya adalah soal kondisi jalan di Sanata yang belum rampung yang menyebabkan sulit dilalui karena becek. Akibatnya, beberapa cabor seperti aeromodeling terpaksa dipindahkan bahkan partai final pun harus dimundurkan pada hari penutupan.
Saat disinggung mengenai veneu-venue yang menghabiskan uang lebih dari dua Triliun itu seusai PON nanti, Hermain mengaku akan menjadikannya sebagai tempat pemusatan latihan dan pembibitan atlet.
Ketua Pengawas PB PON XVII/2008 Hendardji Suparji juga mengaku senang dengan keberhasilan Kaltim sebagai tuan rumah. Bahkan, ini di luar dugaannya. "Dari kacamata KONI Pusat , PON XVII/2008 memiliki plus dan minus yqang setara. Tapi, setelah ditimbang-timbang, ternayata lebih banyak plus dibanding minus," tutur Hendardji.
