
SAMARINDA - Usai sudah tugas Kalimantan Timur menjadi penyelengara PON XVII. Namun pesta olahraga terbesar Nasional itu masih menyisakan beberapa masalah. Salah satunya mengenai indikasi adanya kecurangan di beberapa cabang olahraga (Cabor).
Menurut pengurus KONI Pusat Faisal Abdullah, pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap indikasi adanya kecurangan di beberapa cabang olahraga yang dilakukan wasit maupun juri di beberapa pertandingan.
Saat ditemui di Stadion Utama Palaran, Samarinda, Kamis (17/7/2008), Faisal mengaku KONI telah memutuskan akan melakukan penyelidikan terhadap empat kasus yang telah masuk ke KONI Pusat.
"Kami akan melakukan penyelidikan terhadap wasit dan juri. Empat kasus masih akan ditangani oleh KONI Pusat," ujar Faisal yang ditemui usai laga final sepakbola antara Jawa TImur dan Papua.
Terkait penyelidikan itu, KONI direncanakan akan memanggil sebanyak 13 wasit yang dicurigai melakukan kecurangan. Ketiga belas wasit itu berasal dari Kalimantan Selatan (2 wasit), Sumsel (1), DKI Jakarta (1), Jateng (1), Jatim (3), Sulawesi Selatan (1), Kalimantan Timur (2) dan satu dari Tecnical Delegate.
Mengenai sanksi yang akan diberikan, menurut Faisal hukuman yang pasti akan diberikan berupa larangan memimpin pertandingan di pertandingan-pertandingan resmi.
Namun Faisal mengaku belum bisa memberikan kepastian mengenai waktu pemanggilan para wasit dan Juri itu. Faisal juga menambahkan, guna memperlancar penyelidikan KONI Pusat akan memanggil atlet yang bersangkutan.
"Kami tidak bisa melakukan penyelidikan sekarang. Kan, wasit dan juri sudah pada pulang," jelas Faisal.
Dalam kesempatan itu, Faisal juga memberikan keterangan mengenai beberapa cabang olahraga yang sempat diakui tidak masuk dalam cabor.
"PB PON telah memutuskan untuk cabor renang indah, tujuh nomor yang dipertandingkan telah syah sebagai cabor dalam PON kali ini. Begitu juga dengan cabor menembak," ujar Faisal.
Sebelumnya, beberapa kontingen termasuk DKI memang sempat melakukan protes keras terhadap PB PON. Protes itu terkait dengan beberapa cabang yang tidak diakui oleh PB PON. Padahal, beberapa nomor itu telah selesai dipertandingkan, terutama pada cabang renang indah dan menembak.
"Pada kelas 50 M rifle, juga telah syah menjadi nomor resmi PON, namun medalinya menyusul," ujar Faisal.
Di singgung mengenai acara PON secara keseluruhan, Faisal mengaku bahwa PON kali ini lebih baik dari PON-PON sebelumnya. Namun Faisal juga tidak memungkiri adanya beberapa masalah pada beberapa cabang yang dipertandingakan.
Delapan cabang yang dimaksud Faisal, yakni anggar, tinju, pencak silat, sepakbola, drumband, loncat indah, senam indah dan menembak.
