
SAMARINDA - Empat emas dari total 16 emas yang diperebutkan hari ini di cabang pencak silat telah direbut empat provinsi yang berbeda. Berlaga di Gor Serba Guna Stadion Madya Sempaja, Rabu (16/7/20008), empat pesilat dari Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Bali berhasil menambah satu emas bagi kontingennya.
Pada pertandingan pertama di kategori tanding kelas 45-50 kg putra, pesilat kontingen Jawa Tengah Diyan Kristianto berhasil mengalahkan Martono Kusuma B dari Sumatera Selatan. Diyan memastikan medali emas setelah dinyatakan menang teknik (MT). Emas ini juga menjadi emas pertama kontingen Jateng di cabang pencak silat.
Sedangkan di kelas 45-50 kg putri, pesilat Sulawesi Utara, Pengki Simbar, berhasil merebut emas setelah di final mengalahkan Ria Puspita Sari dari Sumatera Selatan. Simbar sendiri unggul telak dari Ria dengan perolehan poin 5-0.
Pada kelas 50-55 kg putra, pesilat Sulawesi Tenggara Adam Malik berhasil mempersembahkan emas setelah mengalahkan pesilat Sulawesi Selatan Haris. Sedangkan pada sektor tunggal putri, Tuti Trisnawati berhasil menambah perolehan medali kontingen pencak silat Bali.
Tuti sendiri mengaku sangat senang karena ini menjadi emas pertamanya di ajang PON. "Ini emas saya yang pertama. Sebelumnya, Bali memang menargetkan satu emas lewat saya," ujar Tuti yang ditemui seusai pertandingan.
Hal senada juga diungkapkan sang pelatih, I Gede Arya Heru Wibowo. Menurutnya, hasil yang diraih Tuti memang sudah sepantasnya. "Ia (Tuti-red) memang memiliki motivasi paling tinggi di antara pesilat lainnya. Bahkan secara fisik ia mampu mengimbangi pesilat-pesilat putra Bali," tutur I Gede.
Saat disinggung mengenai bonus yang akan diperoleh Tuti, I Gede mengatakan bahwa KONI Bali memang telah menyiapkan uang sebesar Rp 100 juta bagi atlet yang berhasil meraih medali emas.
