
Foto: ist
SAMARINDA - Berada di balik jeruji besi tidak membuat mantan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Suwarna Abdul Fatah mengabaikan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII. Dia menyatakan bangga dengan prestasi yang ditorehkan atlet tuan rumah pada PON kali ini.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui siaran pers, Rabu (16/7/2008), terpidana kasus korupsi pelepasan izin pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit satu juta hektare di wilayah Penajam Utara, Berau, Kalimantan Timur mengakui, langkah tersebut sebgai bentuk kepedulian terhadap dunia olahraga di Kaltim.
"Di satu sisi saya sedih karena tidak bisa menyaksikan atlet Kaltim berlaga, karena harus mendekam di LP Cipinang. Namun saya bahagia dengan prestasi yang telah dicapai atlet Kaltim yang diluar perkiraan sebelumnya," imbuhnya.
Suwarna, yang dicopot jabatannya sejak 8 Desember 2006 itu melanjutkan, kebahagian yang dirasakannya justru lebih tertuju pada keberhasilan program pembinaan atlet yang dilaksanakan jauh hari.
Dalam rilisnya juga tersaji, sebenarnya Kaltim memiliki tiga target terkait penyelanggaran PON ini. Ketiga target itu adalah menjadi penyelanggara, sukses prestasi dan pengembangan ekenomi rakyat.
"Sebagai Ketua Umum KONI Kaltim, saya terus memonitor perkembangan dari venue ke venue. Alhamdulillah saya sangat bersyukur dengan apa yang dicapai Kaltim selaku tuan rumah," lanjutnya.
Menanggapi wacana akan dijadikannya Kaltim sebagai tuan rumah SEA Games 2011, Pria yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 19 Juni 2006 itu malah mengaku rencana tersebut telah dilontarkannya sejak lama.
"PON XVII ini memang hanya sasaran antara. Target saya justru menjadikan PON sebagai tuan rumah SEA Games dan Asian Games.
Rilis ini diperoleh okezone dari Humas Pemprov Kaltim.
