Bulutangkis
Indonesia Open Super Series 2008
Olimpiade, Target Berikut Sony
Minggu, 22 Juni 2008 - 16:37 wib
Tb Al Amin Nurdi - Okezone
Berita Lainnya

Foto: Andikey Kristianto/okezone
JAKARTA - Tunggal putra Indonesia Sony Dwi Kuncoro tampil sebagai juara Indonesia Open Super Series 2008. Kemenangan di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, dijadikan Sony sebagai bekal menuju Olimpiade Beijing, Agustus mendatang.

Ada satu pengalaman bergarga yang diraih Sony pada turnamen kali ini. Sony menemukan bahwa bermain sabar ternyata memberikan hasil positif bagi kematangan permainannya.

"Turnamen ini merupakan latihan persiapan saya menuju Olimpiade. Bagaimana saya harus bertahan dan bermain sabar. Ini merupakan modal saya di Olimpiade nanti," jelas Sony pada konferensi pers di Istora GBK, Minggu (22/6/2008).

"Sebenarnya, pesiapan saya di Indonesia Open sangat minim. Maka saya mencoba bermain sabar dan tidak terburu-buru," lanjut Sony yang diunggulkan di tempat keempat pada Indonesia Open ini.

"Saya tidak pernah bermain cepat di sini. Justru lawan jadi bingung melihat permainan saya. Karena berhasil, maka saya teruskan saja bermain seperti ini," jelas Sony.

"Beda dengan Thomas di mana saya bermain cepat tapi akhirnya justru kalah. Yang penting menang," lanjut Sony.

Ketika ditanya apakah akan meneruskan gaya bermain lambat seperti yang diperlihatkannya di Indonesia Open, Sony mengaku belum akan memutuskannya dalam waktu dekat.

"Untuk Olimpiade nanti saya belum tahu apakah akan bermain lambat atau tidak. Tapi untuk sementara saya akan istirahat dulu," jelasnya.

Kemenangan Sony di Istora GBK juga disambut gembira Hendrawan. Pelatih tunggal putra Indonesia tersebut mengakui kemenangan Sony di Gelora Bung Karno menjadi persiapan bagus sebelum Sony berangkat ke Beijing.

"Pola pikirannya kini mulai lebih terbuka. Beberapa kegagalan yang sempat dialaminya juga membuatnya semakin matang. Teknik permainan Sony kini juga sudah komplit," kata Hendrawan.
(fmh)