Ulasan Sport
Federer Sasaran Tembak Nadal
Kamis, 12 Juni 2008 - 13:10 wib
Toto Pribadi - Okezone
Berita Lainnya
- Rabu, 20/08/2008 15:08
Nadal Is The Best - Senin, 07/07/2008 04:07
Dua Lagi Nadal! - Rabu, 02/07/2008 18:07
Zheng Jie, Sang Pembunuh Raksasa

Foto: AP
JAKARTA - Telah menjadi rahasia umum jika Rafael Nadal menargetkan Roger Federer sebagai sasaran tembaknya saat ini. Sebaliknya, Federer juga sadar mempertahankan dominasinya di dunia tenis ditentukan kemampuannya meredam petenis kidal Spanyol itu.
Berbicara head to head Nadal memang pantas optimis. Dari 17 kali pertemuan mereka selama ini, Nadal unggul dengan 11 kali kemenangan dan hanya enam kali mengalami kekalahan.
Hal itu ditambah dengan hampir separuh tahun 2008 ini Nadal mampu lebih bersinar dari Federer. Tahun ini, Nadal telah membukukan empat gelar, sedangkan Federer baru membukukan satu gelar. Bahkan di tiga turnamen bergengsi, Nadal mampu merebut gelar setelah menakluk Federrer di partai puncak.
Turnamen ATP Series Monte Carlo, Hamburg dan satu seri Grand Slam di Roland Garros menjadi pembuktian Nadal mempecundangi Federer. Kejayaan Federer tahun ini hanya mampu dibuktikan di turnamen Estoril Open, April lalu.
Namun yang menjadi catatan, kegemilangan Nadal itu diperoleh dari serangkaian turnamen yang digelar di lapangan tanah liat. Dan bukan menjadi rahasia jika petenis kidal itu memang lebih nyaman bermain di lapangan tanah liat dan layak menyandang predikat 'Raja Tanah Liat'.
Dan melihat jadwal turnamen di setengah tahun ke depan, tentu akan menjadi pembuktian Federer. Pasalnya, serangkaian turnamen tanah liat praktis hanya menyisakan beberapa saja, itu pun hanya berstatus turnamen kecil.
Jika menilik catatan Federer di lapangan keras, Nadal pantas berhati-hati. Telah menjadi rahasia umum pula jika FedEx lebih nyaman dan jago bermain di lapangan dengan tipe keras. Hal itu yang membuat FedEx lebih dijagokan diparuh musim yang tersisa.
Pasca pertemuan di Roland Garros pekan lalu, Nadal dan Federer memutuskan bermain di turnamen yang berbeda sebelum berlaga di Grand Slam Wimbledon, akhir bulan nanti. Nadal memilih turnamen Queens Club di London, sedangkan Federer memilih turnamen Halle di Jerman. Siapa yang terbaik?
(tok)
Berbicara head to head Nadal memang pantas optimis. Dari 17 kali pertemuan mereka selama ini, Nadal unggul dengan 11 kali kemenangan dan hanya enam kali mengalami kekalahan.
Hal itu ditambah dengan hampir separuh tahun 2008 ini Nadal mampu lebih bersinar dari Federer. Tahun ini, Nadal telah membukukan empat gelar, sedangkan Federer baru membukukan satu gelar. Bahkan di tiga turnamen bergengsi, Nadal mampu merebut gelar setelah menakluk Federrer di partai puncak.
Turnamen ATP Series Monte Carlo, Hamburg dan satu seri Grand Slam di Roland Garros menjadi pembuktian Nadal mempecundangi Federer. Kejayaan Federer tahun ini hanya mampu dibuktikan di turnamen Estoril Open, April lalu.
Namun yang menjadi catatan, kegemilangan Nadal itu diperoleh dari serangkaian turnamen yang digelar di lapangan tanah liat. Dan bukan menjadi rahasia jika petenis kidal itu memang lebih nyaman bermain di lapangan tanah liat dan layak menyandang predikat 'Raja Tanah Liat'.
Dan melihat jadwal turnamen di setengah tahun ke depan, tentu akan menjadi pembuktian Federer. Pasalnya, serangkaian turnamen tanah liat praktis hanya menyisakan beberapa saja, itu pun hanya berstatus turnamen kecil.
Jika menilik catatan Federer di lapangan keras, Nadal pantas berhati-hati. Telah menjadi rahasia umum pula jika FedEx lebih nyaman dan jago bermain di lapangan dengan tipe keras. Hal itu yang membuat FedEx lebih dijagokan diparuh musim yang tersisa.
Pasca pertemuan di Roland Garros pekan lalu, Nadal dan Federer memutuskan bermain di turnamen yang berbeda sebelum berlaga di Grand Slam Wimbledon, akhir bulan nanti. Nadal memilih turnamen Queens Club di London, sedangkan Federer memilih turnamen Halle di Jerman. Siapa yang terbaik?




