Sports - Sport Lain


Obor Olimpiade di Puncak Everest

Kamis, 8 Mei 2008 - 18:26 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Tb Al Amin Nurdi - Okezone
Foto: AP

BEIJING - Sekelompok pemanjat tebing China berhasil menyalakan obor Olimpiade di puncak tertinggi dunia, gunung Everest, Kamis (8/5/2008). Momen ini pantas disebut sebagai momen spektakuler pembuka Olimpiade Beijing 2008.

Para pemanjat terlihat berjuang mengatur nafas mereka seperti terlihat pada tayangan langsung siaran televisi, saat kelima pembawa obor harus terlebih dulu bergeser beberapa meter agar dapat memberikan obor kepada yang lainnya. Bendera penuh warna Tibet terlihat berkibar pada momen yang bersamaan.

Pemegang obor terakhir, seorang wanita Tibet bernama Cering Wangmo, berdiri terdiam di puncak Everest sembari memegang obor, sementara anggota tim yang lain mengibarkan bendera China serta bendera Olimpiade. Kemudian mereka merapat seraya bersorak bersama," Kita berhasil," dan "Beijing menyambut Anda,".

"Satu Dunia, Satu Mimpi," sorak nyaring kapten tim bernama Nyima Cering bergema ketika obor dinyalakan. "Kita telah menyalakan obor Olimpiade di puncak dunia," sahut pemanjat lainnya.

Ke-19 anggota pemanjat obor Olimpiade berpakaian serba merah berlogo Olimpiade, mencapai base camp yang terletak di ketinggian 27.390 kaki, menjelang subuh. Puncak Everest yang memiliki ketinggian 29.000 kaki baru bisa dicapai enam jam kemudian.

Menyalakan obor di puncak gunung Everest dirancang spesial oleh China untuk dijadikan highlight perjalanan obor Olimpiade. Ide dasarnya adalah untuk mempercantik image China yang berhasil bermigrasi dari tipe negara agraris ke model negara industri maju.

Nyala api Everest, dibuat terpisah dengan obor utama yang saat ini tengah diarak ke seluruh pelosok China. Obor utama tidak ikut diarak ke puncak Everest, karena kekhawatiran akan terjadinya penundaan jadwal pembukaan Olimpiade, apabila cuaca tiba-tiba berubah buruk.

Obor yang digunakan pun bukan obor sembarangan. Teknologi yang dipakai menurut kantor berita China Xin Hua, merupakan hasil rekayasa para ilmuwan pencipta roket.

(tok)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com 

Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Minggu, 21 Maret 2010 12:51 wib

    Hasil Bank Sumsel vs Sananta Tidak Dianulir

  • Minggu, 21 Maret 2010 11:43 wib

    Bank Sumsel Urung Mundur

  • Minggu, 21 Maret 2010 11:14 wib

    Celtics Lahap Mavs di Kandang

  • Minggu, 21 Maret 2010 07:48 wib

    Roddick Tantang Ljubicic di Final

  • Minggu, 21 Maret 2010 07:05 wib

    Klitschko Pertahankan Gelar

  • o3 o4