F1 & A1
Belum Saatnya BMW Juara
Jum'at, 25 April 2008 - 11:34 wib
Tb Al Amin Nurdi - Okezone
Berita Lainnya
- Kamis, 28/08/2008 19:08
Theissen Masih Percaya Heidfeld - Kamis, 28/08/2008 18:08
Raikkonen Diminta Dukung Massa - Kamis, 28/08/2008 16:08
Aspar: GP Valencia Sempurna - Kamis, 28/08/2008 14:08
Dennis: Hamilton Terbaik

Foto: AP
HINWIL - Jika menilik peringkat konstruktor mutakhir, para fans tim F1 BMW mungkin optimis tim kesayangannya bakal mampu mendobrak dominasi Ferrari dan McLaren. Sang driver, Robert Kubica, justru berpendapat lain. Saat ini, BMW belum bisa memenangkan gelar juara.
Menurut pembalap 23 tahun tersebut, masih terlalu dini menyetarakan kelas BMW dengan Ferrari dan McLaren. Apalagi, pada urusan tarik-tarikan speed. Sisi kecepatan mobil menurut Kubica belum bisa diandalkan BMW. Hanya satu elemen yang diyakininya bisa mengatrol prestasi BMW secara drastis; keberuntungan.
"Coba kita dudukkan situasinya seperti ini. Jika dalam setiap balapan ada sebagian dari pembalap di posisi 4 besar yang gagal menyelesaikan lomba, sementara kita tidak menemui kendala dan tetap konsisten, kesempatan akan selalu terbuka," tandas Kubica seperti dikutip autosport (24/4/2008).
"Di Malaysia dan Bahrain, kita telah menunjukkan kalau kita tidak tertinggal terlalu jauh, terutama di Bahrain. Tapi di Bahrain juga terlihat perbedaan kecepatan yang cukup lebar antara Felipe Massa dan Kimi Raikkonen," lanjutnya.
"Menurut saya, kunci keberhasilan BMW musim ini terletak pada konsistensi menyelesaikan lomba di urutan atas. Jika gagal memenangi satu balapanpun, maka mungkin kita bisa mendapat hasil yang sangat bagus," tambahnya.
Meski belum seratus persen yakin timnya bisa merebut gelar juara dunia, Kubica tetap optimis BMW bisa melakukan sesuatu yang positif.
"Jika kita berbicara tentang memenangi lomba dengan semata hanya mengandalkan kecepatan maka saya kira kita belum siap. Tapi, kita tetap mengupayakan meraih gelar juara karena hal tersebut telah menjadi target tim. Bisa saja ada lomba yang berlangsung kacau seperti di Fuji atau Hungaroring 2006, di mana semua kemungkinan bisa terjadi. Jadi, kita lihat saja," paparnya.
(fmh)
Menurut pembalap 23 tahun tersebut, masih terlalu dini menyetarakan kelas BMW dengan Ferrari dan McLaren. Apalagi, pada urusan tarik-tarikan speed. Sisi kecepatan mobil menurut Kubica belum bisa diandalkan BMW. Hanya satu elemen yang diyakininya bisa mengatrol prestasi BMW secara drastis; keberuntungan.
"Coba kita dudukkan situasinya seperti ini. Jika dalam setiap balapan ada sebagian dari pembalap di posisi 4 besar yang gagal menyelesaikan lomba, sementara kita tidak menemui kendala dan tetap konsisten, kesempatan akan selalu terbuka," tandas Kubica seperti dikutip autosport (24/4/2008).
"Di Malaysia dan Bahrain, kita telah menunjukkan kalau kita tidak tertinggal terlalu jauh, terutama di Bahrain. Tapi di Bahrain juga terlihat perbedaan kecepatan yang cukup lebar antara Felipe Massa dan Kimi Raikkonen," lanjutnya.
"Menurut saya, kunci keberhasilan BMW musim ini terletak pada konsistensi menyelesaikan lomba di urutan atas. Jika gagal memenangi satu balapanpun, maka mungkin kita bisa mendapat hasil yang sangat bagus," tambahnya.
Meski belum seratus persen yakin timnya bisa merebut gelar juara dunia, Kubica tetap optimis BMW bisa melakukan sesuatu yang positif.
"Jika kita berbicara tentang memenangi lomba dengan semata hanya mengandalkan kecepatan maka saya kira kita belum siap. Tapi, kita tetap mengupayakan meraih gelar juara karena hal tersebut telah menjadi target tim. Bisa saja ada lomba yang berlangsung kacau seperti di Fuji atau Hungaroring 2006, di mana semua kemungkinan bisa terjadi. Jadi, kita lihat saja," paparnya.




