Bulutangkis
Sharapova Bidik Olimpiade
Jum'at, 1 Pebruari 2008 - 16:32 wib
Toto Pribadi - Okezone
Berita Lainnya
- Sabtu, 19/07/2008 15:07
Jelang Olimpiade 2008
Bulutangkis Mulai Ukur Kemampuan Lawan - Senin, 30/06/2008 11:06
RS Sukanto dan PBSI Dilaporkan ke Polda Metro - Minggu, 22/06/2008 21:06
Zheng Bo/Gao Ling Rebut Gelar

Foto: AP
MOSCOW - Maria Sharapova dalam sela-sela kunjungannya di Timur Tengah mengatakan bahwa sangat berambisi bermain di ajang Olimpiade Beijing pada bulan Agustus nanti.
Petenis terbaik Rusia ini, juga akan menjadi tulang punggung tim Rusia dalam rangka mempertahankan gelar Fed Cup. Sharapova yang menjadi olaharagawan putri terkaya ini, akan menjadi tunggal utama Rusia saat menghadapi Israel pekan ini.
Sharapova, yang menjadi jawara di Australia Open dan membukukan gelar ketiganya di ajang grand slam, sebelumnya tidak pernah ikut dalam skuad Fed Cup. Keinginan Sharapova untuk berlaga di Olimpiade Beijing membuat petenis cantik ini harus membuktikan loyalitasnya dengan mengikuti skuad Fed Cup.
Keinginan kuat Sharapova untuk berlaga di Olimpiade Beijing juga dikarenakan iming-iming bayaran tinggi dari sponsor bila dirinya dapat berlaga di ajang Olimpiade itu.
Sharapova juga menyadari saat ini hal yang perlu dilakukan adalah memperbaiki hubungan antar anggota skuad. Sharapova memang sempat diterpa isu tidak mempunyai jiwa nasionalisme karena enggan memperkuat Rusia di even Fed Cup.
Petenis berusia 20 tahun ini menegaskan meskipun cara bicara, logat, pembawaan dan gaya hidupnya kental dengan nuansa St Petersburg, Florida namun dirinya menegaskan Rusia adalah rumah abadinya.
"Secara umum kami mempunyai hubungan yang baik. Kami dapat melakukan itu," ujar Sharapova yang akan bergabung dengan Svetlana Kuznetsova dan Anna Chakvetadze.
Kapten tim Fed Rusia Shamil Tarpishchev juga membantah jika telah terjadi konflik antara para petenis di skuadnya.
"Tidak ada masalah personal di tim kami," tegasnya seperti yang dilansir eurosport, Jumat (1/2/2008).
Namun absennya Kuznetsova masih diduga belum baiknya hubungan antara Sharapova dan beberapa petenis Rusia. Selain Kuznetsova beberapa petenis seperti Elena Dementieva dan Nadia Petrova juga menolak berlaga di Fed Cup.
Sharapova sendiri akan bergabung dengan petenis peringkat tujuh dunia Anna Chakvetadze, Dinara Safina (16) dan Elena Vesnina (53) untuk membela Rusia di ajang Fed Cup.
"Saya bahagia dapat bermain untuk negara saya. In menjadi salah satu prioritas saya di awal tahun ini," ujar Sharapova.
Sharapova memang kurang familiar dengan petenis Rusia lainnya. Sejak umur sembilan tahun Sharapova meninggalkan Rusia menuju Amerika untuk menimba ilmu tenis di akademi tenis milik Nick Bollettieri.
(fmh)
Petenis terbaik Rusia ini, juga akan menjadi tulang punggung tim Rusia dalam rangka mempertahankan gelar Fed Cup. Sharapova yang menjadi olaharagawan putri terkaya ini, akan menjadi tunggal utama Rusia saat menghadapi Israel pekan ini.
Sharapova, yang menjadi jawara di Australia Open dan membukukan gelar ketiganya di ajang grand slam, sebelumnya tidak pernah ikut dalam skuad Fed Cup. Keinginan Sharapova untuk berlaga di Olimpiade Beijing membuat petenis cantik ini harus membuktikan loyalitasnya dengan mengikuti skuad Fed Cup.
Keinginan kuat Sharapova untuk berlaga di Olimpiade Beijing juga dikarenakan iming-iming bayaran tinggi dari sponsor bila dirinya dapat berlaga di ajang Olimpiade itu.
Sharapova juga menyadari saat ini hal yang perlu dilakukan adalah memperbaiki hubungan antar anggota skuad. Sharapova memang sempat diterpa isu tidak mempunyai jiwa nasionalisme karena enggan memperkuat Rusia di even Fed Cup.
Petenis berusia 20 tahun ini menegaskan meskipun cara bicara, logat, pembawaan dan gaya hidupnya kental dengan nuansa St Petersburg, Florida namun dirinya menegaskan Rusia adalah rumah abadinya.
"Secara umum kami mempunyai hubungan yang baik. Kami dapat melakukan itu," ujar Sharapova yang akan bergabung dengan Svetlana Kuznetsova dan Anna Chakvetadze.
Kapten tim Fed Rusia Shamil Tarpishchev juga membantah jika telah terjadi konflik antara para petenis di skuadnya.
"Tidak ada masalah personal di tim kami," tegasnya seperti yang dilansir eurosport, Jumat (1/2/2008).
Namun absennya Kuznetsova masih diduga belum baiknya hubungan antara Sharapova dan beberapa petenis Rusia. Selain Kuznetsova beberapa petenis seperti Elena Dementieva dan Nadia Petrova juga menolak berlaga di Fed Cup.
Sharapova sendiri akan bergabung dengan petenis peringkat tujuh dunia Anna Chakvetadze, Dinara Safina (16) dan Elena Vesnina (53) untuk membela Rusia di ajang Fed Cup.
"Saya bahagia dapat bermain untuk negara saya. In menjadi salah satu prioritas saya di awal tahun ini," ujar Sharapova.
Sharapova memang kurang familiar dengan petenis Rusia lainnya. Sejak umur sembilan tahun Sharapova meninggalkan Rusia menuju Amerika untuk menimba ilmu tenis di akademi tenis milik Nick Bollettieri.




